PANDUAN UNTUK TIDAK MELAKUKAN PLAGIASI
Milianawati Tri Rahayu
DIII Teknologi Bank Darah Politeknik
Kesehatan Kemenkes Malang
milianawati.2000@gmail.com
Sebagai
bagian dari masyarakat akademis, kompetensi menulis karya ilmiah mutlak
dibutuhkan mahasiswa. Karya ilmiah mahasiswa dapat berwujud makalah, artikel,
skripsi, tesis, dan disertasi. Gagasan dan sikap ilmiah mahasiswa dapat
dituangkan dalam berbagai karya ilmiah tersebut. Dalam pembelajaran menulis
karya ilmiah, misalnya makalah, diajarkan materi definisi makalah, jenis, dan
langkah-langkah penyusunan. Penulisan makalah dimulai dari tahap perencanaan
draf, penulisan draf, penyuntingan draf, dan publikasi. Aspek penulisan makalah
mencakup sistematika, teknik, format, dan kebahasaan perlu diperhatikan.
Sistematika penulisan mencakup bagian awal (sampul, kata pengantar, dan daftar
isi), bagian inti (pendahuluan, pembahasan, dan penutup), dan bagian akhir
(daftar rujukan dan lampiran jika ada) (UM, 2008:79—84). Teknik penulisan
mencakup gaya selingkung penulisan sampul, daftar isi, hingga daftar rujukan.
Fokus
penelitian dan pengembangan ini adalah menulis kutipan. Cakupan materi menulis
kutipan adalah kutipan langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung merupakan
tindakan menyalin kalimat dari penulis asli secara langsung, sedangkan kutipan
tidak langsung merupakan tindakan menyalin ide dari penulis pertama dengan
ekspresi bahasa dari penulis berikutnya secara tidak langsung (parafrasa).
Penulisan
karya ilmiah harus dilakukan dengan baik dan benar. Penulisan karya ilmiah yang
baik harus sesuai dengan etika penulisan, misalnya mengutip kalimat ataur harus
sesuai dengan dengan sistematika, teknik, format, dan bahasa penulisan. Karya
ilmiah yang ditulis siswa dapat mencerminkan etika penulisan. Penggunaan
referensi secara adil, jujur, bertanggung jawab, hingga menghargai ide/gagasan
orang lain tecermin dalam karya tulis siswa. Cara siswa dalam mengolah
informasi dengan cara merujuk atau menjiplak dapat dijadikan sebagai indikator
utama untuk melihat implementasi etika penulisan pada karya ilmiah.
Menurut Didin Widyartono bahwa berbagai sumber dapat
memanfaatkan dalam menulis karya ilmiah. Namun setelah memanfaatkan tulisan
dari berbagai sumber tersebut melalui kutipan, harus dicantumkan sumber kutipan
tersebut dengan menuliskan daftar rujukan.
Menurut Azahari
(dalam Alam, 2005:38) “Kutipan merupakan bagian dari pernyataan, pendapat, buah
pikiran, definisi, rumusan atau penelitian dari penulis lain, atau penulis sendiri yang telah (menurut penulis kata telah harus dihilangkan) terdokumentasi, serta
dikutip untuk dibahas dan ditelaah berkaitan dengan materi penulisan”.
Hariwijaya dan
Triton (2011: 151) mengatakan bahwa ketika mengutip perlu dipelajari bagaimana
teknik pengutipan sesuai dengan standar
ilmiah (penambahan kata denganoleh penulis).
Untuk itu, perlu diperhatikan hal berikut: (1) mengutip sehemat-hematnya, (2)
mengutip jika dirasa sangat perlu semata-mata, dan (3) terlalu banyak mengutip
mengganggu kelancaran bahasa.
Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a.
Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b.
Penempatan sumber kutipan (pada awal atau
akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang
dikutip c. Nama penulis suatu sumber
kutipan hanya ditulis nama belakang,
diikuti tahun dan halaman sumber
kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang
dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik
dua) d. Jika penulis terdiri atas dua
orang, kata penghubung penulis pertama dan
kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol
”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung
”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris,
kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris).
e. Jika penulis lebih dari dua orang,
hanya nama belakang penulis pertama yang
ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et
al., kemudian tahun dan halaman sumber
kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan
dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti
and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f.
Jika sumber kutipan merupakan literatur
terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang
disebut sebagai sumber adalah nama penulis
asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan
literatur asli (bukan tahun penerbitan
hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan
dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber
kutipan setelah tahun bersifat wajib jika
isi teks yang dikutip jelas letak halamannya.
Daftar Rujukan
dermawan, p. (2014, Maret
13). Cara Penulisan Sumber kutipan. Retrieved oktober 4, 2018, from
Cara Penulisan Sumber kutipan:
http://muhammadputraaa.blogspot.com/2014/03/bagaimana-cara-penulisan-sumber-kutipan.html
gunadarma. (2015, november 14). Cara Penulisan Kutipan
yang Benar di Penulisan Ilmiah. Retrieved oktober 4, 2018, from Cara
Penulisan Kutipan yang Benar di Penulisan Ilmiah:
/http://aldiunanto.com/cara-penulisan-kutipan-yang-benar-di-penulisan-ilmiah.aldi
Widyartono, D. (2015, November 26). Implementasi pindai
plagiasi secara sambung jaringan pada karya tulis ilmiah siswa SMA.
Retrieved Oktober 4, 2018, from Implementasi pindai plagiasi secara sambung
jaringan pada karya tulis ilmiah siswa SMA:
https://www.researchgate.net/publication/320554874_IMPELEMENTASI_PINDAI_PLAGIASI_SECARA_SAMBUNG_JARING_PADA_KARYA_TULIS_ILMIAH_SISWA_SMA
Widyartono, D. (2017, oktober 22). Modelpembelajaran
menulis kutipan berbasisi blended learning. Retrieved oktober 4, 2018,
from Modelpembelajaran menulis kutipan berbasisi blended learning:
https://www.researchgate.net/publication/320554079_MODEL_PEMBELAJARAN_MENULIS_KUTIPAN_BERBASIS_BLENDED_LEARNING
Widyartono, D. (2015). Penulisan Bagian Awal Riset. In D.
Widyartono, Panduan Menulis Karya Ilmiah di Perguruan Tinggi (pp.
67-74). Malang: UM Press.