Rabu, 10 Oktober 2018

Artikel Plagiasi

PANDUAN UNTUK TIDAK MELAKUKAN PLAGIASI
Milianawati Tri Rahayu
DIII Teknologi Bank Darah Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
milianawati.2000@gmail.com


Sebagai bagian dari masyarakat akademis, kompetensi menulis karya ilmiah mutlak dibutuhkan mahasiswa. Karya ilmiah mahasiswa dapat berwujud makalah, artikel, skripsi, tesis, dan disertasi. Gagasan dan sikap ilmiah mahasiswa dapat dituangkan dalam berbagai karya ilmiah tersebut. Dalam pembelajaran menulis karya ilmiah, misalnya makalah, diajarkan materi definisi makalah, jenis, dan langkah-langkah penyusunan. Penulisan makalah dimulai dari tahap perencanaan draf, penulisan draf, penyuntingan draf, dan publikasi. Aspek penulisan makalah mencakup sistematika, teknik, format, dan kebahasaan perlu diperhatikan. Sistematika penulisan mencakup bagian awal (sampul, kata pengantar, dan daftar isi), bagian inti (pendahuluan, pembahasan, dan penutup), dan bagian akhir (daftar rujukan dan lampiran jika ada) (UM, 2008:79—84). Teknik penulisan mencakup gaya selingkung penulisan sampul, daftar isi, hingga daftar rujukan.
Fokus penelitian dan pengembangan ini adalah menulis kutipan. Cakupan materi menulis kutipan adalah kutipan langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung merupakan tindakan menyalin kalimat dari penulis asli secara langsung, sedangkan kutipan tidak langsung merupakan tindakan menyalin ide dari penulis pertama dengan ekspresi bahasa dari penulis berikutnya secara tidak langsung (parafrasa).
Penulisan karya ilmiah harus dilakukan dengan baik dan benar. Penulisan karya ilmiah yang baik harus sesuai dengan etika penulisan, misalnya mengutip kalimat ataur harus sesuai dengan dengan sistematika, teknik, format, dan bahasa penulisan. Karya ilmiah yang ditulis siswa dapat mencerminkan etika penulisan. Penggunaan referensi secara adil, jujur, bertanggung jawab, hingga menghargai ide/gagasan orang lain tecermin dalam karya tulis siswa. Cara siswa dalam mengolah informasi dengan cara merujuk atau menjiplak dapat dijadikan sebagai indikator utama untuk melihat implementasi etika penulisan pada karya ilmiah.
Menurut Didin Widyartono bahwa berbagai sumber dapat memanfaatkan dalam menulis karya ilmiah. Namun setelah memanfaatkan tulisan dari berbagai sumber tersebut melalui kutipan, harus dicantumkan sumber kutipan tersebut dengan menuliskan daftar rujukan.
Menurut Azahari (dalam Alam, 2005:38) “Kutipan merupakan bagian dari pernyataan, pendapat, buah pikiran, definisi, rumusan atau penelitian dari penulis lain, atau penulis sendiri yang telah (menurut penulis kata telah harus dihilangkan) terdokumentasi, serta dikutip untuk dibahas dan ditelaah berkaitan dengan materi penulisan”.
Hariwijaya dan Triton (2011: 151) mengatakan bahwa ketika mengutip perlu dipelajari bagaimana teknik pengutipan sesuai dengan standar ilmiah (penambahan kata denganoleh penulis). Untuk itu, perlu diperhatikan hal berikut: (1) mengutip sehemat-hematnya, (2) mengutip jika dirasa sangat perlu semata-mata, dan (3) terlalu banyak mengutip mengganggu kelancaran bahasa.
 Aturan  Penulisan Sumber Kutipan : a.   Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b.  Penempatan  sumber  kutipan  (pada  awal  atau  akhir  kutipan)  tidak  boleh  mengaburkan bagian yang dikutip c.  Nama  penulis  suatu  sumber  kutipan  hanya  ditulis  nama  belakang,  diikuti  tahun  dan halaman    sumber  kutipan,  dilanjutkan  dengan  isi  teks  yang  dikutip.  (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d.  Jika  penulis  terdiri  atas  dua  orang,  kata  penghubung  penulis  pertama  dan  kedua menggunakan  ”dan”  (tidak  menggunakan  simbol  ”&”;  serta  tidak  menggunakan  kata penghubung  ”and”  walaupun  literaturnya  berbahasa  Inggris,  kecuali  seluruh  naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e.  Jika  penulis  lebih  dari  dua  orang,  hanya  nama  belakang  penulis  pertama  yang  ditulis sebagai  sumber  kutipan,  diikuti  et  al.,  kemudian  tahun  dan  halaman  sumber  kutipan. (Catatan:  et al.  dalam bahasa Latin adalah singkatan dari  et alia  atau  et alii,  dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f.  Jika  sumber  kutipan  merupakan  literatur  terjemahan  (buku,  artikel,  dll),  maka  yang disebut  sebagai  sumber  adalah  nama  penulis  asli  (bukan  penerjemah),  diikuti  tahun penerbitan  literatur  asli  (bukan  tahun  penerbitan  hasil  terjemahan).  [Catatan:  nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g.  Pencantuman  halaman  sumber  kutipan  setelah  tahun  bersifat  wajib  jika  isi  teks  yang dikutip jelas letak halamannya.

Daftar Rujukan

dermawan, p. (2014, Maret 13). Cara Penulisan Sumber kutipan. Retrieved oktober 4, 2018, from Cara Penulisan Sumber kutipan: http://muhammadputraaa.blogspot.com/2014/03/bagaimana-cara-penulisan-sumber-kutipan.html
gunadarma. (2015, november 14). Cara Penulisan Kutipan yang Benar di Penulisan Ilmiah. Retrieved oktober 4, 2018, from Cara Penulisan Kutipan yang Benar di Penulisan Ilmiah: /http://aldiunanto.com/cara-penulisan-kutipan-yang-benar-di-penulisan-ilmiah.aldi
Widyartono, D. (2015, November 26). Implementasi pindai plagiasi secara sambung jaringan pada karya tulis ilmiah siswa SMA. Retrieved Oktober 4, 2018, from Implementasi pindai plagiasi secara sambung jaringan pada karya tulis ilmiah siswa SMA: https://www.researchgate.net/publication/320554874_IMPELEMENTASI_PINDAI_PLAGIASI_SECARA_SAMBUNG_JARING_PADA_KARYA_TULIS_ILMIAH_SISWA_SMA
Widyartono, D. (2017, oktober 22). Modelpembelajaran menulis kutipan berbasisi blended learning. Retrieved oktober 4, 2018, from Modelpembelajaran menulis kutipan berbasisi blended learning: https://www.researchgate.net/publication/320554079_MODEL_PEMBELAJARAN_MENULIS_KUTIPAN_BERBASIS_BLENDED_LEARNING
Widyartono, D. (2015). Penulisan Bagian Awal Riset. In D. Widyartono, Panduan Menulis Karya Ilmiah di Perguruan Tinggi (pp. 67-74). Malang: UM Press.